We cannot not communication. Seorang ahli mengatakan demikian. Sebuah ungkapan yang sederhana, namun seperti itulah keadaannya. Setiap hari, kita tidak bisa tidak melakukan komunikasi. Ketika kita memerlukan sesuatu, maka kita akan melakukan komunikasi.

Ketika kita hendak melakukan sesuatu, kita pun melakukan komunikasi. Bahkan ketika diam dan tidur, seseorang tetap akan melakukan komunikasi. Yaitu komunikasi terhadap dirinya sendiri yang dinamakan komunikasi interpersonal.
Seiring berkembangnya teknologi, alat dan media komunikasi pun turut berkembang. Jika dulu, orang-orang harus menunggu lama untuk menyampaikan pesan terhadap seseorang yang berjarak jauh darinya, Kini hanya butuh beberapa menit bahkan detik untuk menyampaikan pesan tersebut.
Saat ini, telinga, mata, dan jari kita sudah sangat mengenal dan akrab dengan sesuatu yang disebut media social. Bisa dikatakan, saat ini, setiap orang sudah memiliki akun media social tersebut. Beragam media social pun, semakin hari semakin banyak bermunculan.
Dalam perspektif komunikasi, tentu saja hal ini akan sangat memudahkan kita dalam berkomunikasi. Memberikan ruang yang sangat luas untuk bisa berkomunikasi secara bebas. Walaupun, terkadang ada beberapa hal yang tidak diindahkan oleh sebagian orang pengguna dunia maya tersebut.
Beberapa orang sudah menganggap bahwa media social adalah kebutuhan. Selain sebagai alat komunikasi, banyak fungsi lain dari media social tersebut. Seperti yang saat ini banyak sekali beredar, diantaranya, media social bisa berfungsi sebagai media jual beli, sebagai sarana mendapatkan penghasilan, sebagai alat propaganda, dan lain sebagainya.
Pengembangan fungsi dari media sosial itu sendiri adalah karena media sosial dianggap sebagai salah satu cara yang paling efektif untuk menyebarluaskan sesuatu. Entah itu untuk kepentingan pribadi, kelompok, perusahaan, atau lainnya. Bahkan salah satu pejabat pemerintah, yaitu Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil melakukan pemantauan kepada masyarakatnya melalui media sosial, yang saat ini terkenal dengan 'e-blusukan'. Hal ini karena media sosial dianggap bisa menyentuk berbagai lapisan masyarakat (penggunanya berasal dari berbagai lapisan masyarakat). Dan juga dianggap sebagai salah satu sarana komunikasi yang paling efektif dan efisien.